Kamis, 25 Juni 2015

#Day 25… Things in My bag







1.      HP dan Charger
Wajib bawa kemanapun, meskipun itu dalam WC. Kedengarannya amat sangat over lebay. Entah ini sifat bawaan atau sifat yang muncul karena lingkungan. Aku terkadang antisipasinya tinggi, perencanaannya kelewat matang. Nginap di luar sehari aja, barang bawaanya seperti gak  niat pulang. Nah, kalo misalnya ke WC terus pintunya macet atau ada apa-apa kan bisa langsung nelpon teman. Amit amit moga gak kejadian deh.

2.      Dompet dan Isinya
Dompetnya kadang gak aku bawa karena bikin penuh tas, kan yang penting isinya. Meskipun mungkin lebih banyak uang recehan, kartu2 tidak penting dan struck belanja yang entah mengapa hobi sekali kukumpulkan. Tapi selama ada hape dengan baterai penuh dan uang di saku insya Allah kemanapun gak takut ilang :P

3.      Make Up
Karena aktivitas sepanjang hari dan kegiatan naik motor yang harus selalu berhadapan dengan debu (alergi, suka merah merah kalo kena debu T T), make up itu penting untuk dibawa ke mana2 untuk menghindari debu langsung mengenai kulit dan setidaknya wajah tidak terlihat pucat.
Karena sering berhadapan dengan Ac, aku menyiapkan beberapa lip balm dan lipglos.
Lotion baby aku gunakan untuk melembabkan kulitku dan sebagai penolak nyamuk yang sangat ampuh (darah O paling dicintai komunitas penghisap darah, code name nyamuk).

4.      Cermin
Kalo ditanya cermin itu penting? Jawabannya PENTING. Bukan untuk nanya siapa yang paling cantik lo, bukan. Selain saat touch up make up nya harus pake cermin, juga bisa untuk memastikan jilbab masih stay di tempatnya, maksudnya gak mencong kanan kiri karena pakai helm dan untuk merapikan jilbab setelah sholat dan makan (terkadang kalo sudah makan udah gak peduli dengan yang lain). Cermin ini cukup populer kemanapun aku pergi.

5.      Alat Tulis
Seperti yang lain, alat tulis ya buat nulis. Kecuali pensil, mini tongkat berharga untuk menghilangkan kejenuhan (corat coret sana sini) saat hape sudah lowbatt dan waktu pulang masih belum kelihatan hilalnya.

6.      Medicines
Karena suka makanan pedas dan asam, terkadang asam lambung meningkat. New dia*ab, far**crol, aromat*erapi paling dicari saat kejadian genting tersebut menimpa. Nah, kalo di sekitar gak ada yang jual gimana??? Gak sanggup bayangin T T

7.      Permen dan sebangsanya
Lagi lagi karena suka makan, terkadang aroma bawang putihnya gak kece dibawa ke mana-mana. Dan permen solusinya. Juga sebagai sahabat sejati saat ujian, otak udah mulai hang.

8.      Parfum
Buat jaga jaga. Ampuh menutupi bau yang tak diinginkan. Habis ke belakang contohnya :P  Uups, jorok banget yak ini tulisan #plak

9.      Kipas
Karena badan rada chubby, jadinya gampang keringetan. Thanks to kipas, satu2nya solusi buat ademin badan. Kipas ini juga sangat populer, meski punya sendiri harus antri makenya.

10.  Tissue
Tau dong buat apa. Kalo make tasnya kecil, tissuenya dipisahkan dari rumahnya dan dilipat seadanya.

Ya udin, sepuluh macam aja yang disebutin. Jangan semua, nanti disangkanya mau pindah rumah :P
Sampai jumpa di challenge berikutnya :)



Rabu, 24 Juni 2015

#Day 24… My Words of Wisdom






“Bermimpilah dalam hidup, jangan hidup dalam mimpi” _Andrea Hirata_


Semoga impian yang diimpikan tidak berhenti di mimpi saja.



Selasa, 23 Juni 2015

#Day23… A lesson I learned the hard way



Bismillah…

Tidak jarang kita kecewa dan marah saat menemui sesuatu yang tidak kita suka, dan salah satu pelajaran yang masih terus kuupayakan untuk melenyapkan perasaan itu adalah belajar

“MEMAAFKAN”

Memaafkan itu memang mudah untuk diucapkan tapi susah untuk dilakukan, apalagi memaafkan yang bukan hanya sekedar di mulut saja tapi langsung dari lubuk hati, namun tidak berarti itu tidak dapat dilakukan.

Aku selalu bertanya pada diriku sendiri, bagaimana jika aku berada di posisi orang yang melakukan kesalahan, tentu saja aku akan mengharapkan pemberian maaf dari orang yang telah kusakiti. Memaafkan bukan untuk mereka tapi untuk diri kita sendiri. Kita tidak perlu repot repot memikirkan perlakuan menyakitkan yang telah dialamatkan kepada kita, apalagi membenci, menyakiti bahkan membalas dendam, karena itu hanya akan membuang energi dan menyita waktu.

Nah, memaafkan ini supaya lebih afdol , perlu ada temannya yaitu melupakan dan berpikir positif. Melupakan kesalahan dan perbuatan buruknya dan berpikir positif bahwa segala sesuatunya pasti ada hikmahnya. Misalnya saja ada teman yang menjelek-jelekkan kita dibelakang, siapa tau saja ada teman yain lain membela. Kan jadi kelihatan mana teman yang betul-betul teman dan mana teman yang sekedar menyandang gelar saja.

Namun, tidak berarti setiap kesalahan harus melulu dimaafkan. Memaafkan kesalahan yang berulang-ulang akan merugikan diri sendiri . kalo istilahnya pintar pintar  liat situasi. Kalo sudah berkali-kali dimaafkan, dan maaf ini malah menjadikan dia semakin menginjak-nginjak kita, maka boleh diingatkan dengan cara yang paling baik. Mulai dari level 1 mungkin.

Aku selalu berusaha keras untuk menahan amarah dan memaafkan, meski terkadang kecolongan. Tapi bukankah berusaha itu lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali. Hidup itu penuh dengan pelajaran dan manusia tidak akan pernah berhenti belajar.


” …..dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ” (QS. An Nuur [24] ; 22)




Senin, 22 Juni 2015

#Day 22.. Letter for Future Me

Bismillah….
Letter for someone.
Setelah lama memikirkan tema yang satu ini, aku putusin untuk menulis surat untuk diriku di masa depan. Semoga masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk bisa membaca surat gaje ini.

Dear future Me 20 jam ke depan,
Eitsss jangan marah! Cuma mengingatkan
Gimana puasa hari ini? Udah jalanin ritual senyum setiap pagi?
Udah buka puasa? Udah buka 2 kali?
Udah pulang kerja? Udah ganti baju?
Udah sholat?
Udah kunci pintu?
Udah nanak nasi buat sahur?
Udah minum 8 liter air? Udah sikat gigi? Cuci muka? Cuci kaki?
Udah wudhu?
Udah pake krim dan lotion?
Udah di dalem selimut? Udah matiin lampu?
Udah baca doa? Udah ngantuk?
Ya udah tidur gih.
From Past Me

Maafkeun karena belum sanggup mempost surat yg sesungguhnya. Itung2 sekalian melist daftar wajib to do untuk aku yg rada pikun alias sering lupa. Setelah lama memikirkan sampe akhirnya ketiduran dan sempat kebawa mimpi (ini apa sih??) akhirnya aku memutuskan untuk mempost surat plan B saja
Masih berusaha ngumpulin niat, masih butuh waktu, hatinya belum kuat. Gapapa ya plan A jadi tabungan di draf dulu, kapan2 insya Allah di share

Buat yang sebel, kecewa dan jengkel liat surat ini mohon dibukakan pintu maaf yg sebesar-besarnya
#nangisalamanga
#bertaburanairmata
#tapitetapcantik
#plak
#abaikan
Dan yang masih belum puas, khusus hari ini diizinkan untuk melempar batu bacan, tomat beserta pizza nya, dompet beserta isinya :P
Ingat senin depan sembako naik.
Okeh
#khususakhwat
#telungkupkantangan
#senyum
#kedip
#kiss :*
#lambaikantangan
#bye
Sampai jumpa di challenge berikutnya^^